#hantu_di_kampung_nenek
#karangan_sufarwitar.nz
#horror=6/10
waktu sudah menunjukan pukul 12malam dan aku masih saja belum terlelap karena kepanasan soalnya di rumah nenek ku sekarang, tidak ada ac atau kipas angin bahkan listrikpun baru beberapa warga desa yang ada itupun menggunakan mesin pembangkit listrik sendiri. Sekarang kami sedang berlibur kedesa di tempat nenekku.
Hanya sebuah pelita yang ada di atas meja tempat kutidur sekarang.
Rasa ingin buang air kecilpun tak tertahankan. Namun toilet tidak ada di dalam rumah berbeda sekali dengan rumahku yang ada dikota.
''dek bangun dek temanin abang pipis yuk''aku tidur bersama adekku yang berumur 10 tahun
''dek ayo bangun..''ajak kulagi diapun membuka sedikit matanya.
''abang tunggu di luar kamar ya''kata ku lagi kepadanya. Aku pun mengambil pelita serta membawanya keluar kamar adekku pun keluar.
kamipun berjalan keluar rumah di dalam kegelapan malam tak ada bulan atau bintang karena di tutup awan mendung, jarak toilet dari rumah nenek adalah 50m sungguh bagiku itu sangat jauh namun aku menyadari ternyata ada sebuah pohon beringin yang berjarak 10m dari rumah akupun merasa takut jika harus ketoilet jadi kuputuskan untuk buang air kecil di pohon tersebut.saat sedang asik *bak* tiba-tiba bau kemenyan menusuk-nusuk di dalam hidungku dan seketika aku merasa kalau ada orang di belakangku akupun mengabaikannya karena aku tau kalau itu adikku.saat selesai *bac* aku berbalik kebelakang dan alangkah terkejutnya aku ada mahluk berpakaian putih namun kotor serta memiliki sorotan mata yang tajam kearahku. Namun bukan hanya itu ada 1 lagi sosok yang besar hitam dan memilik banyak bulu namun yang sangat membuatku terkejut adikkupun tidak ada di belakangku.
Aku tak kuat melihat sosok tersebut serta menutup mata dan berteriak....... Memanggil keluargaku di dalam rumah nenek yang sedang tertidur.
Tak sempat mereka datang ternyata tanpa kusadari aku pingsan dan saat aku bangun nenek menjelaskan kalau pohon beringin itu memang dikeramatkan warga, karena disana ada 3 sosok penunggu yaitu:genderawo,kuntilanak dan 1sosok lagi yang suka berubah menjadi anak kecil
ternyata adek yang aku mintai untuk menemani aku *bak* adalah sosok ketiga yang suka berubah menjadi anak kecil.
Sudah waktunya kami kembali kerumah dan pengalaman disini sangat berharga bagiku kalau jangan suka *bak* di sembarang tempat lagi. Namun alangkah sayang dalam perjalanan pulang tiba-tiba sosok kunti berdiri di depan mobil membuat ayah menabrak sosok kunti dan juga menabrak pohon di depan. semua keluarga ku tewas termasuk aku yang merasa sebentar lagi akan mati namun aku mencoba menulis cerita tentang pengalamanku yang berada di desa nenek. Semoga handphoneku semoga di temui orang dan dia membaca kisahku..
+++++++++++++++++++++++++++++++